Halaman

Rabu, 03 April 2013

Perbedaan Shutdown, Restart, Hibernate, dan Stand By



Bagi anda pengguna komputer, saat hendak mematikan komputer, mungkin akan dihadapkan pada beberapa pilihan, antara lain Stand By, Hibernate, Shutdown, atau Restart. Lalu, apa perbedaan antara mereka? Berikut ini beberapa perbedaan antara mereka.


1.      Shutdown
Kalau yang ini sudah jelas, yaitu mematikan komputer secara keseluruhan. Saat kita memilih shutdown, semua komponen komputer (RAM, hardisk, processor, dll) akan dinonaktifkan, yaitu diputus aliran listriknya. Pada kondisi ini memori utama (RAM) dikosongkan, sehingga jika hendak menghidupkan komputer kembali, butuh waktu cukup lama untuk me-load sistem operasi (misalnya Windows) kembali ke RAM. Ini terkait pentingnya memori bagi komputer dan kinerja sistem operasi.
2.      Hibernate
Pada saat kondisi hibenate, komputer juga dimatikan secara keseluruhan, sama seperti shutdown. Bedanya, sebelum dimatikan (mengosongkan RAM), isi dari memori atau RAM disalin ke hardisk terlebih dulu, sehingga saat hendak dihidupkan kembali, tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena isi RAM sudah ada di hardisk (tinggal disalin lagi ke RAM)
Hibernate dapat menyimpan konfigurasi komputer sebelum dimatikan. Jadi, misalkan jika anda membuka banyak aplikasi kemudian meng-hibernate komputer, saat komputer dihidupkan kembali, aplikasi-aplikasi itu masih terbuka seperti kondisi semula. Jadi, anda tidak perlu takut kehilangan data anda. Kondisi komputer yang seperti ini cocok jika anda hendak meninggalkan komputer dalam jangka waktu yang agak lama.
Namun, tidak semua sistem operasi menyediakan fitur hibernate ini. Dan tidak semua komputer dapat di-hibernate oleh sistem operasi.
3.      Stand By
Pada kondisi stand by (kalau di Linux sering disebut dengan suspend), komputer tidak dimatikan secara keseluruhan. Semua komponen dimatikan kecuali memori (RAM). Jadi, semua komponen aliran listriknya diputus kecuali RAM (mungkin juga processor). Karena itu, modus stand by masih menggunakan listrik untuk memberi daya pada RAM, berbeda dengan shutdown atau hibernate yang benar-benar mematikan komputer. Untuk menghidupkan kembali dari modus stand by jauh lebih cepat daibandingkan hibernate (bisa dibilang instan), karena isi RAM masih dipertahankan.
Sama seperti hibernate, stand by juga menyimpan konfigurasi komputer sebelum di-stand by. Stand by ini cocok jika anda hendak meninggalkan komputer dalam waktu singkat
4.      Restart
Ini tentu lebih jelas lagi, yaitu mematikan komputer dengan prosedur shutdown dan menghidupkannya kembali.

NB: Sekedar tips pada Windows XP, tampilan layar shutdown hanya ada Stand By, Turn Off, dan Restart. Untuk memunculkan tombol Hibernate, tekan tombol SHIFT saat mengklik “Turn Off Computer” di start menu.

1 komentar:




  1. printer support number usa
    printer support helpline number usa

    We at Printer Customer Support are bringing ideal administrations for satisfying your specialized needs. There are chances that clients confront printer specialized issues usually, so they can now effortlessly achieve best administrations here. A stage constantly offer specific administrations and bolster and such stages are constantly considered as the best. Subsequently, here you get fast help and administrations for a wide range of printer debate, by only one call. The specialists here are skilled and ensured experts who evacuate all sort of glitches effectively. One can dial printer client bolster number here and get all kind of recuperation they need.

    BalasHapus